Musim ini Persipura tanpa Pelatih Kiper dan Fisik

Diposting pada

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Boaz Solossa dan kolega selalu lengkap ditemani oleh para pelatih dan asisten pelatih. Namun untuk tahun ini atau musim kompetisi 2018/2019 dalam mengarungi Liga 1 Gojek, Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura hanya memiliki satu asisten pelatih.

Hanya ada pelatih kepala Peter Butler dan asistennya Tonni Ho. Persipura minim asisten pelatih yang khusus melatih para penjaga gawang dan fisik pemain. Dulu, ada nama Alan Hafiludin yang khusus menangani Dede Sulaiman dan berberapa penjaga gawang dan ada Osvaldo Lessa yang khusus menangani fisik pemain.

Kini, hanya seorang Tonni Ho yang bekerja rangkap, selain bekerja untuk membantu Butler menyusun strategi dalam pertandingan, Tonni juga mempunyai tugas ganda yaitu mempersiapkan fisik Ian Kabes dan kawan-kawan sebelum menghadapi sebuah pertandingan. Tugas berikutnya adalah melatih para penjaga gawang Persipura.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommi Mano mengatakan, sebenarnya pihaknya ingin soal fisik dilatih khusus oleh pelatih fisik, begitupun sebaliknya penjaga gawang dilatih khusus oleh pelatih gawang.

“Tapi mau bagaimana lagi, kita masih kekurangan dana untuk dapat mengontrak para asisten pelatih tersebut. Namun saya percaya baik Butler dan Tonni bisa bekerja maksimal walau pekerjaan mereka bukan mudah. Kita berdoa semoga kedua pelatih tersebut diberikan kesehatan sehingga bisa membawa tim ini menjadi yang terbaik,” kata BTM sapaan akrabnya kepada Jubi, Kamis (12/4/2018) di Jayapura.

BTM menambahkan, pekerjaan meracik pemain dengan karakter yang berbeda-beda cukup sulit. Apalagi kini, Persipura dihuni oleh pemain-pemain muda.

“Saya apresiasi apa yang telah dilakukan Butler dan Tonni, dari pertandingan ke pertandingan kedua pelatih tersebut sudah bisa mendapatkan pola sehingga tim bisa sukses berada di papan atas,” ujarnya.

Memang diakui, bahwa kompetisi baru seumur jagung, namun dengan konsistensi yang telah dilakukan oleh pelatih dan seluruh pemain dari awal kompetisi membuat masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura yakin akan tim ini.

“Semoga yang kita harapkan dapat terwujud diakhir kompetisi,” katanya.

Untuk mendukung tim kebangaan masyarakat Kota Jayapura, BTM juga mengajak masyarakat Kota Jayapura untuk peduli dengan tim tersebut. Bentuk peduli masysrakst seperti apa? Yaitu ketika datang ke stadion mandala harus membeli tiket yang dikeluarkan oleh panitia, serta memakai baju kebangaan Persipura dengan membeli produk asli bukan aspal (asli tapi palsu).

“Sekarang ini kami sedang menertibkan penjual-penjual Jersey Persipura yang palsu. Kalau kedapatan kami langsung tindak tegas. Belilah yang asli, karena dari hasil Jersey ini juga untuk tim bukan untuk siapa-siapa,” ajak BTM.

Salah satu pendukung setia Persipura Mania, Simon Samonsabra mengatakan, walau Persipura hanya memiliki dua pelatih, namun dari awal kompetisi hingga pertandingan ke empat ini, Persipura tetap menunjukkan konsistensinya sebagai tim dengan gelar juara terbanyak.

“Saya yakin dengan apa yang dilakukan Butler dan Tonni. Dan saya mengajak masyarakat Kota Jayapura dan Papua di luar, untuk dukung tim Persipura karena diakhir musim tim ini akan meraih gelar juara kelima kalinya,” ujarnya. (tabloidjubi)

5/5 1 rating
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *