Media Officer Persipura Jayapura, Bento Madubun (Image Source: IST/infopersipura)
Media Officer Persipura Jayapura, Bento Madubun (Image Source: IST/infopersipura)

Rilis Regulasi Baru, Persipura Minta PT.LIB Lunasi Hutang

Diposting pada

Infopersipura.com – JUBI – Sepekan mengikuti latihan bersama Persipura, Pape Abdoulaye Ndaw harus angkat kaki meninggalkan tanah Papua. Striker jangkung asal Senegal itu tidak bisa bermain di Indonesia menyusul negaranya tidak termasuk dalam verifikasi strata kompetisi Liga Indonesia.

Situsi ini juga berlaku bagi dua pemain asing asal Afrika asal Ghana dan Botswana yang sebelumnya digadang-gadang siap merapat ke klub berjuluk Mutiara Hitam ini.

“Dua pemain asing lagi belum bisa didatangkan karena regulasi yang sudah ditetapkan, negara mereka tidak termauk dalam daftar yang terverifikasi, tetapi kita akan komunikasi kembali ke pihak liga,” kata juru bicara Persipura, Ridwan Madubun alias Bento.

Tigor Shalomboboy, Chief Operating Officer PT LIB mengatakan tidak semua pemain asal negara di Afrika boleh bermain di Liga 1 2018.

Hanya kompetisi-kompetisi yang kualitasnya di atas Indonesia baru bisa memperkuat 19 klub Liga 1 2018.

Dalam aturan tersebut, pemain dari lima kompetisi domestik Afrika yakni Tunisia, Mesir, Kongo, Aljazair, dan Sudan yang boleh bermain untuk Liga 1 2018. Mereka pun harus bermain di kompetisi tertinggi dari lima negara tersebut.

Tuntut LIB

“Kita masih tunggu janji PT Liga Indonesia Baru untuk membayar hutang-hutangnya, ini persoalan besar buat kita dan bukan hanya kita saja ternyata klub lain juga sekarang mulai meradang,” tegas Bento kepada awak media di Stadion Mandala, Selasa pagi (13/2/2018).

Bento bilang Persipura telah menjalani tugas sebagai klub dalam menjalani kompetisi sampai akhir, namun sampai saat ini belum juga di bayarkan. Ia menilai hal tersebut adalah tindakan yang tidak profesional.

“Itu jadinya kurang bagus, kita sudah jalankan tugas-tugas kita sebagai klub. Kita sudah berkompetisi dengan baik sampai berakhir di 2017, tapi hak-hak kita belum dibayar itu tidak profesional namanya,” kata Bento

Bento mengaku semua klub sudah berusaha untuk bisa membangun sepak bola Indonesia menjadi baik tapi hasilnya justru kurang baik.

“Kita sangat menyayangkan situasi ini, ini kalau jadi besar dan jadi rebut tidak bagus. Bisa-bisa kita langsung di hukum lagi dari FIFA, mereka tidak bisa menjalankan kewajibannya untuk membayar club sesuai dengan apa yang harus dibayarkan,” tegasnya.

Pembayaran hak kepada Persipura dalam mengikuti kompetisi bukan hanya terjadi musim 2017, namun hal tersebut pernah terjadi pada saat usai kompetisi pra musim yakni Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Bento menyarankan kepada PT LIB selaku operator agar lebih fokus menyelesaikan utang serta hak dari klub-klub yang belum terbayarkan sebelum menggelar kompetisi 2018.

“Fokus saja dulu untuk menyelesaikan utang kepada klub-klub. Tunggakannya diselesaikan dulu sebelum berpikir yang lain-lain,” ujarnya.

Menurut Bento, usaha untuk melepas hukuman dari FIFA dulu juga pernah ditempuh pemerintah dan hal tersebut melibatkan Presiden, jadi sangat disayangkan jika kita sudah terlepas dari hukuman FIFA, lalu terjadi hal seperti ini, maka semua usaha tersebut akhirnya jadi sia-sia.

“Kita berharap kepada liga indonesia baru sebagai seorang yang profesional segera untuk bayar utang-utangnya,karena sebagai seorang profesional kita harus bertindak profesional,” demikian Bento Madubun. (*)

________
Artikel ini telah tayang di tabloid Jubi dengan judul “Pape angkat kaki dari Papua, Persipura tuntut LIB lunasi utang”.

0/5 0 ratings
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *