Sekretaris Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Jayapura, Albert Fransiskus.
Sekretaris Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Jayapura, Albert Fransiskus.

10 Tim Futsal Ikut Pra League U-16 AAFI Regional Jayapura

Diposting pada

Sebanyak 10 tim Futsal terbaik di Papua bakal meramaikan Pra League U-16 Regional Jayapura Tahun 2018/2019 yang digelar Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI), Sabtu, 3 Maret 2018 mendatang.

Sekretaris Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Jayapura, Albert Fransiskus mengatakan pra liga futsal sebagai bagian sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembinaan futsal di Papua sudah ada sejak lama dan AAFI menjadi bagian tempat bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan potensi dalam bermain futsal.

“Kita pakai nama tim kerja, karena sebenarnya yang harus jadi Event Organizer (EO) PT. Liga sendiri itu pemilik lapangan, cuma di Jayapura belum ada yang bersedia jadi EO, sehingga teman-teman yang mempunyai tim dan manajer terlibat dalam tim kerja.” Ungkapnya saat ditemui wartawan olahraga di Jayapura, Rabu (28/02/18).

Lanjut Albert, terhitung dua tahun lagi Papua akan dihadapkan menjadi tuan rumah PON 2020, untuk itu digelarnya pra liga futsal guna menjaring dan menyiapkan atlet muda pemain futsal potensial menuju PON 2020.

“Kenapa kita harus mulai sekarang, jadi saya dengan teman-teman kumpul tim-tim futsal yang ada di Jayapura samakan persepsi, visi dan misi untuk buat liga karena yang paling dekat kita menuju PON, pencarian bibit pemain khusus dicabang olahraga (cabor) futsal pasti terjaring dari liga ini.”

Dirinya mengaku liga futsal yang dilakukan AAFI bukan hanya di Jayapura, namun tercatat 24 Kabupaten/kota diseluruh Indonesia sudah menggelar liga futsal.

“Kita mulai dari pra liga untuk sosialisasi, liga nya sendiri dimulai Oktober 2018 selama 11 bulan digelar, jadi yang peserta sekarang 1 tim dari Sentani dan 9 tim dari Kota Jayapura.”

Selain itu melalui pra liga manajemen dari setiap tim maupun akademi futsal di Kota Jayapura memiliki badan hukum yang resmi dengan pengurus yang jelas, sebab hal itu merupakan salah satu standart untuk menghadapi setiap peserta kompetisi liga futsal di Indonesia.

“Untuk pemain juga punya aktifitas positif daripada mereka lari ke narkoba, miras dan lain-lain, mending kita bikin wadahnya liga agar pemain-pemain bisa fokus, jadi tidak hanya latihan tapi ada kompetisi, sehingga pembinaan itu fokus dan terarah untuk dua tiga tahun ke depan tidak sulit cari bibit pemain mau di ajang Popnas, PON dan Timnas.”

Dijelaskan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua mempunyai tugas menjaring pemain, sedangkan Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) secara nasional untuk mewadahi atlet muda futsal kategori usia 16 tahun kebawah.

“Sebenarnya bukan program kerja federasi futsal, maka timbulah AFFI untuk mengakomodir usia dibawah, kalau federasi sendiri mereka punya yang paling muda 20 tahun, jadi program federasi dan AFP hampir mirip dimasing-masing provinsi juga kabupaten/kota sampai ke liga pro dan timnas, saya berharap AFP Papua berikan support karena sudah musim ke-6 dibuat tapi Papua baru mulai,” urainya.

______
Bams – Pasific Pos

0/5 0 ratings
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *