liga 3 zona papua 2 1
liga 3 zona papua

6 Tim Akan Bersaing Merebut Dua Kursi Liga 3 Nasional

Diposting pada

 Liga 3 zona Papua kini memasuki babak 6 besar, di babak ini 6 Tim akan merebutkan dua kursi menuju liga 3 Indonesia 32 besar. Adapun enam tim juara dan runner-up yang akan kembali saling bertemu masing-masing Persewar Waropen, Persido Dogiyai, Persiker Keerom, Persintan Intan Jaya, Persimer Merauke dan Persidafon Dafonsoro.

Di Grup A posisi juara diraih tim Persidafon Dafonsoro meraih nilai 25 dan selisih gol 23-8, disusul runner up milik Persimer Kabupaten Merauke meraiup poin 24 dan gol 27-12.

Sedangkan juara Grup B diraih Persiker Kabupaten Keerom dengan torehan nilai 20 dan gol 14-9, posisi kedua untuk Persido Kabupaten Dogiyai mengemas nilai 19 dan gol 21-15. Grup C dikuasai Persewar Kabupaten Waropen membukukan nilai 23, gol 17-4, dan runner up direbut tim Persintan Kabupaten Intan Jaya mencatat poin 20 serta gol 14-7.

Dari grup C, Persewar Waropen yang tak terbendung di puncak klasemen sejak penyisihan putaran pertama hingga masuk putaran ketiga, menjadi satu-satunya tim yang paling sedikit menelan kekalahan yaitu satu kali. Tim asuhan paaltih Eduard Ivakdalam itu sukses meraup tujuh kemenangan dan dua seri.

Wakil Papua di babak 32 besar Nasional Liga 3 Indonesia 2017 kemungkinan mendapat jatah 2 tim peserta. Sebab itu Asprov Papua intens membangun komunikasi dengan PSSI Pusat

Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena mengaku wakil Papua bisa lebih dari 1 tim, sebab jumlah peserta untuk pertandingan di zona Papua sendiri diikuti kurang lebih 18 tim.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan PSSI, kalau lebih dari delapan belas tim, kita memiliki dua jatah kuota untuk ke putaran 32 delapan besar nasional,” kata Rocky kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Mantan jurnalis ini bilang sampai saat ini, Asprov PSSI Papua komunikasi lisan dengan direktur kompetisi dan beliau akan menyampaikan surat secara resmi ke Asprov selaku untuk penyelenggara, karna kita juga sampaikan terkait dengan kondisi rill di PSSI Papua.

“Memang kita menjalankan kompetisi ini sebenarnya bukan soal aturan atau apa yang kita lakukan, tetapi dari awal kita memformulasikan ini dengan format home turnamen,” ujarnya.

Ia menegaskan sebenarnya sudah tidak sesuai dengan regulasi, tetapi kondisi geografis yang membuat kita dan juga kemampuan tim dengan semua konsekwensi akhirnya kita membuat keputusan ini, jadi kita harap tim-tim dapat memahami ini.

0/5 0 ratings
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *